Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR (Situasi-Tantangan-Aksi-Refleksi) Lokasi SMA MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG Lingkup Pendidikan Sekolah Menengah Atas Tujuan yang ingin dicapai Menerapkan Model Pembelajaran Project Based Learning untuk meningkatkan minat dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran Sosiologi pada Materi Permasalahan Sosial Kelas XI A3 Penulis Danang Dwi Martono, S.Pd NIM 2398014273 Dosen Pembimbing Dr Triwaty Arsal, M.Si Guru Pamong Ismail, S.Pd Tanggal 30 Januari 2024
Situasi kondisi yang melatarbelakangi masalah: 1. Pembelajaran cenderung berpusat pada guru (ceramah) 2. Guru belum maksimal mengeksplor pembelajaran yang bervariatif dan inovatif 3. Minat dan keaktifan peserta didik dalam KBM masih kurang karena masih senang dan fokus dengan gadget-nya maupun permasalahan yang dihadapi. 4. Guru belum memanfaatkan media yang ada, serta belum mengaitkan materi dengan kondisi nyata lingkungan peserta didik serta model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. 5. Guru belum maksimal dalam pelaksanaan sintaks pembelajaran Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan : 1. Untuk mengetahui masalah yang terjadi selama proses pembelajaran di sekolah 2. Menjadi motivasi dan solusi untuk penulis secara pribadi, serta membagikan praktik baik untuk dijadikan motivasi dan referensi dalam akademik 3. memberikan dampak positif atau perubahan pada kegiatan pembelajaran yang dilakukan ke depannya 4. Mengetahui kesulitan peserta didik dalam proses belajar dan dapat mencari solusinya. 5. Agar pembelajaran lebih menarik sehingga peserta didik lebih fokusdan tercapainya tujuan pembelajaran Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini Bertanggung jawab melakukan kegiatan pembelajaran secara efektif sehingga tujuan dari pembelajaran tercapai sesuai dengan yangdiharapkan. Adapun cara agar tujuan tersebut tercapai yakni dengan mengimplementasikan model pembelajaran yang tepat dan inovatif sesuai dengan tujuan pembelajaran
Tantangan
Apa saja yang menjadi tantangan yang dihadapi guru dalam situasi yangtelah dianalisis ? 1. Media pembelajaran yang kurang menarik dan monoton 2. Model pembelajaran yang belum sesuai dengan materi, dan kurang kekinian 3. Keterbatasan waktu yang dimiliki guru dalam mempersiapkan rencana pembelajaran yang inovatif dan kreatif 4. Masih ada peserta didik yang kurang aktif dalam dikusi dan praktik pembuatan projek serta masih ada peserta didik kurang percaya diridalam melakukan persentasi. Adapun pihak yang terlibat: 1. Guru 2. Peserta didik 3. Rekan Sejawat 4. Dosen pembimbing 5. Guru pamong
Aksi
Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. 1. Menjelaskan konsep materi secara lebih kontekstual dan menggunakan peta konsep agar mudah dipahami peserta didik 2. Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik dengan memanfaatkan teknologi. 3. Penggunaan model pembelajaran yang tepat yang sesuai dengan materi. 4. Penggunaan media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik (video interaktif, live youtube, Instagram) 5. Melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai sintaks. Strategi apa yang digunakan untuk menghadapi tantangan 1. Menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dengan alur sintaks: Pertanyaan mendasar, Mendesain perencanaan produk, Menyusun jadwal pembuatan, Memonitoring keaktifan dan perkembangan proyek, Menguji hasil, Evaluasi pengalaman belajar. 2. Strategi yang digunakan oleh guru yaitu dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan kondisi lingkungan peserta didik sehari-hari. Kemudian membuat peta konsep terkait materi yang dipelajari agar peserta didik lebih mudah terstimulasi untuk memahami materi. 3. Melakukan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada peserta didik dengan diskusi kelompok, studi literatur, pembuatan projek sederhana dan pengamatan secara langsung. 4. Menyusun LKPD, instrument penilaian, media pembelajaran sebagai alat yang dapat membantu peserta didik dalam memahami materi. 5. Memaksimalkan peran guru sebagai fasilitator dalam membimbing peserta didik selama kegiatan pembelajaran. 6. Menyusun instrument assesmen dan lembar refleksi kegiatan pembelajaran Bagaimana Prosesenya untuk menghadapi tantangan 1. Proses yang dilakukan yaitu dengan memahami sintaks model pembelajaran secara lebih maksimal dengan studi literatur maupun diskusi dengan pakar ataupun teman sejawat 2. Mencari video interaktif yang menarik, menggunakan LCD yang representative , memastikan kondisi peserta didik siap menerima pembelajaran, memastikan kebersihan dan kerapian kelas 3. Menjelaskan konsep materi permasalahan sosial dengan mengaitkan kondisi nyata. 4. Membimbing peserta didik selama proses pembelajaran menyelesaikan LKPD, membimbing dalam membuat projek sederhana, membimbing peserta didik mengamati untuk pembuatan komik digital materi permasalahan sosial. 5. Melakukan refleksi dalam kegiatan pembelajaran sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pembelajaran selanjutnya. Siapa saja yang terlibat 1. Guru (fasilitator). 2. Peserta didik sebagai subjek proses pembelajaran. 3. Dosen dan guru pamong 4. Rekan sejawat Sumber daya atau materi yang diperlukan 1. Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah, guru , Waka kurikulum dan rekan sejawat 2. Buku penunjang sebagai sumber belajar yang relevan, Internet,HP, Proyektor, alat dan bahan untuk projek sederhana.
Refleksi
Berdasarkan hasil pembelajaran yang saya lakukan dikelas dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning mempunyai dampak bagi peserta didik: Penggunaan media pembelajaran yang berbasis TPACK dalam bentuk video memudahkan peserta didik dalam mempelajari dan memahami materi, mengaitkan materi pembelajaran dengan kondisi lingkungan peserta didik sehari-hari. Kemudian penggunaan peta konsep terkait materiyang dipelajari membuat peserta didik lebih mudah terstimulasi untuk memahami materi dan peserta didik lebih bersemangat dan tidak cepat bosan. Sehingga keaktifan dan kemampuan berpikir analisis peserta didikdapat ditingkatkan. Apakah hasilnya efektif atau tidak efektif mengapa! Hasilnya cukup efektif untuk meningkatkan keaktifan peserta didik yaitu bisa dilihat dari peserta didik lebih bersemangat dan aktif dalam pembelajaran, lebih berani dalam menyampaikan pendapat selama kegiatan dikusi dalam pembelajaran, seluruh anggota kelompok terlibat dalam diskusi dan pembuatan projek sederhana yang dapat dinilai dari hasil observasi selama pelaksanaan pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran project based learning juga memberi dampak yang cukup efektif terhadap motivasi peserta didik dimana selama pembelajaran seluruh anggota kelompok terlibat dalam diskusi dan pembuatan projek sederhana dengan sangat antusias. Hal ini juga dapat terlihat dari hasil dari pembelajaran peserta didik dengan ketutntasan peserta didik mencapai 89% sesudah melakukan kegiatan pembelajaran Bagaimana pendapat orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan ! Peserta didik merasa senang dengan proses pembelajaran yang berlangsung karena mereka termotivasi dan berminat untuk dapat terlibat aktif dan materi menjadi mudah dipahami. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kegiatan refleksi setelah kegiatan pembelajaran. Faktor keberhasilan Faktor keberhasilan pembelajaran ditentukan dari penguasaan guru terhadap model pembelajaran, media pembelajaran dan langkah pelaksanaan sintaks project based learning. Apa pembelajaran yang dapat diambil dari keseluruhan proses tersebut Pembelajaran yang bisa diambil yaitu dapat menjadikan guru lebih kreatifdan inovatif dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus